Minggu, 24 April 2011

TRI HARI SUCI III

Hari Raya Paskah merupakan Tri Hari Suci yang ketiga. Perayaan ini juga dilaksanakan di gereja katolik Stasi Balimbingan. Ibadat dimulai pukul 10.30 WIB dan dihadiri sekitar seratusan orang.

Ibadat Paskah dibuka dengan lagu Kristus Bangkit (MB 439):
Paskah yang jadi harapan, wartakan dengan lantang.
Sang Kristus bersama kita, sambutlah dengan girang.
Nyanyikanlah pujian, Kristus pemenang  jaya.




Lahir itu biasa. Mati juga biasa. Bangkit dari mati yang tidak biasa. Jika Yesus tidak bangkit, sia-sialah pewartaan dan iman kita, demikian kata pengantar Pastor Donatus Manalu, OSC.




Tiga orang petugas ibadat untuk pembacaan dan mazmur 
Bacaan I, Mazmur, Bacaan II, Alleluya

Kotbah
Jika orang percaya akan kebangkitan, seharusnya orang itu tidak takut akan kematian. Karena hanya kebangkitan Yesus yang memberikan pengharapan. Kadang kala, jika orang baik meninggal, kita menjadi sedih karena kehilangannya. Akan tetapi, kita haruslah juga gembira karena orang itu segera akan berada di sisi Allah. Sebaliknya, jika orang jahat yang meninggal, kita menjadi sedih bukan karena kehilangannya, tetapi karena dosa-dosanya. Kita berkumpul dalam perayaan Paskah ini karena kebangkitanya yang memberikan arti bahwa tidak sia-sia kita berpengharapan kepadaNya.  Demikian wejangan pastor dalam kotbahnya.



Semua orang tekun mengikuti ibadat. Karena kapasitas bangku yang tak mencukupi, tikarpun digelar. Juga penuh.

Doa Umat
Kolekte
Doa Syukur Agung
Ibu ini tampak khusuk untuk memanjatkan Doa Bapa Kami. Di sampingnya tampak tangan seorang nenek tua tengah mengadah meminta rejeki, pengampunan dosa dan dijauhkan dari pencobaan


Ibu Sinulingga, Ketua Dewan Stasi Balimbingan sedang menerima komuni.

 


Begitu tekunnya ibu ini berdoa sesudah komuni. Berlutut dengan sopannya menyembah Sang Khalik. 


Ibadat hampit usai, hal ini pertanda dibacakannya pengumuman oleh seorang pengurus gereja, Pak Tumanggor namanya, yang kesehariannya sebagai sebagai pegawai RS. St. Elisabeth Medan.


Dalam doa penutupnya, pastor memanjatkan doa kepada Allah agar menjagai umat dalam kedamaian dan kerukunan.



Ibadat berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.


Setelah ibadat Paskah, Pastor juga menyempatkan diri memberi doa kepada beberapa OMK yang masih berstatus pelajar.




 Bahkan seorang ibu memintakan doa buat anaknya dari pastor. Penulis sempat terharu melihatnya.


 Pastor juga mendoakan ke-empat nenek renta ini, yang masih tetap setia mengikuti ibadahnya.


Dari perbincangan singkat dengan beberapa pengurus gereja, ternyata gereja ini baru saja dan juga sedang direnovasi. Gereja diperpanjang sekitar 6 meter ke belakang. Langgatan-nya saja yang masih dikeramik, lantai lainnya masih semen biasa. Jumlah bangku sepertinya perlu diperbanyak seiring bertambahnya umat yang beribah. Bagi umat yang tergerak hatinya, tolonglah mereka memperbaiki Rumah Tuhan ini.



Buat semua umat katolik Stasi Balimbingan....

SELAMAT PASKAH 2011 
Horas..... Mejuah-juah.......


============================================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah komentar...