Minggu, 25 Desember 2011

PERAYAAN NATAL 2011 DI STASI BALIMBINGAN

 Ibadat Perayaan Natal diawali dengan lagu Yesus Slamat Datang (MB 330) pada Minggu pagi pukul 10.22 WIB. Ibadat ini dipimpin oleh P. Adi Prakoso, OSC. Dalam homilinya, pastor mengatakan bahwa natal merupakan kegembiraan dan kesederhanaan. Bahwa Allah mengutus AnakNya ke dunia ini bukan karena sifat baik dari manusia tetapi karena kasih karuniaNya atas dunia ini. Dan kabar gembira itu pertama diberitahukan kepada gembala, karena gembala bekerja untuk mengarahkan dan mengumpulkan domba. "Nah, marilah kita juga menjadi orang-orang yang juga aktif untuk mengabarkan kabar suka cita bagi siapapun", demikian himbauan beliau.

Rabu, 16 November 2011

PENGHARGAAN BAGI KETUA LINGKUNGAN/WILAYAH

Pendukung Komunitas Basis Keuskupan Bandung

Dewan Pastoral Keuskupan Bandung memulai safari Konferensi Ketua Wilayah/Lingkungan se Keuskupan Bandung ini dari Wilayah Palem Suci ( Pandu, Lembang, Sukajadi, Cimahi). Dan yang menjadi tuan rumah pada acara yang diadakan pada hari Rabu, libur Nasional (29/6) tersebut adalah Paroki Pandu.

Acara di pagi hari yang dihadiri oleh seluruh ketua wilayah dan ketua lingkungan( kurang lebih 178 peserta) di wilayah Palem Suci ini, diawali dengan ibadat pagi yang kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu mars Komunitas Basis.

Kamis, 10 November 2011

Kisah hidup Pastor yang berkantor di Pentagon


P. Donald Rutherford
Para prajurit menghadapi hidup dan mati setiap hari di Irak dan Afghanistan, dan pastor militer di lapangan bersama mereka hari demi hari, demikian seorang pastor Katolik yang berpangkat mayor jenderal.
“Kami memperhatikan orang yang paling membutuhkan pada waktu mereka jauh dari keluarga dan tanah kelahiran mereka,” kata Pastor Donald Rutherford yang menjabat kepala staf Angkatan Darat yang baru untuk korps pastor militer sejak 22 Juli.
Imam Katolik berusi 56 tahun dari Keuskupan Albany, New York, itu dinominasikan untuk jabatan top dan promosi pangkat Brigjen pada Februari setelah sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala sejak November 2007.
“Kita selalu mendengar tentang perang, bukan kemanusiaan,” katanya. “Ketika Anda pergi ke sebuah desa di Afghanistan atau Irak … Anda dapat melihat prajurit yang baik yang sedang menjalankan tugas mereka,” kata Pastor Rutherford dalam sebuah wawancara dengan Catholic News Service di kantornya di Pentagon.
Bulan lalu Presiden Barrack Obama mengumumkan akan menarik semua pasukan AS dari Irak pada akhir tahun, yang menunjukkan bahwa perang berakhir. Lebih dari 4.400 anggota militer AS telah tewas dalam Perang Irak, sekitar 1.800 di Afghanistan.

Senin, 23 Mei 2011

Leo Joosten, Pembuat Kamus Batak

leoBEGITULAH ungkapan sebuah media Belanda, Eindhovens Dagblad pada tahun 1995 kepada Pater Leo Joosten OFMCap, rohaniwan Katolik asal Belanda yang kini menetap di Kabanjahe, Sumatera Utara (Sumut).
Dalam media itu, sehubungan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia, Pater Leo mengimbau warga Belanda untuk mengembalikan lagi berbagai tulisan, artefak, dan beragam benda lain yang berkaitan dengan Batak yang telah pernah dibawa pergi oleh penguasa Belanda ketika menguasai Indonesia.
Sebagai catatan, “Batak” dalam tulisan ini adalah semata etnis Batak Toba, karena etnik Karo, Mandailing, Simalungun, Pakpak, dan Angkola umumnya tidak mau disebut Batak.

Minggu, 08 Mei 2011

Sekilas Sejarah Ordo Sanctae Crucis (OSC)


Pengantar
Ordo Sanctae Crucis (OSC), biasa disebut Ordo Salib Suci adalah kelompok para imam dan bruder yang mempunyai semangat hidup bersama berdasarkan regula Santo Agustinus. Sejarah perkembangan ordo ini cukup unik. OSC termasuk ordo tua, tetapi dengan jumlah anggota yang sedikit. Bahkan dalam perkembangannya, OSC pernah hanya beranggotakan empat orang saja. Daerah missi OSC meliputi Brasilia, Amerika Serikat, Indonesia, dan Kongo. Tentu saja, OSC berada di Eropa, karena berawal di sana.

Minggu, 24 April 2011

TRI HARI SUCI III

Hari Raya Paskah merupakan Tri Hari Suci yang ketiga. Perayaan ini juga dilaksanakan di gereja katolik Stasi Balimbingan. Ibadat dimulai pukul 10.30 WIB dan dihadiri sekitar seratusan orang.

Ibadat Paskah dibuka dengan lagu Kristus Bangkit (MB 439):
Paskah yang jadi harapan, wartakan dengan lantang.
Sang Kristus bersama kita, sambutlah dengan girang.
Nyanyikanlah pujian, Kristus pemenang  jaya.


Jumat, 22 April 2011

TRI HARI SUCI II

Perayaan Jum'at Agung merupakan hari kedua dari Tri Hari Suci. Ibadat ini langsung dipimpin oleh Pastor Johannes Alamsyah, OSC. Ibadat dimulai pukul 15.00 WIB. Ibadat ini dihadiri seribuan umat, gereja penuh sehingga sebagian umat beribadat di luar gereja. Pihak gereja juga menyediakan beberapa tenda untuk keperluan itu, demukian juga media tv untuk siaran langsung dari dalam gereja


TABLO

Jum'at, 08.00 WIB.
Tablo ini dilakonkan oleh OMK dengan sangat apik. Terlihat seakan penuh persiapan dan latihan. Pemain terlihat ikut juga hanyut oleh suasana.

Beberapa umat terbawa suasana sedih, bahkan ada yang menangis. Ada juga anak kecil yang bersembunyi ketakutan melihat kejamnya serdadu tentara romawi. Berikut gambar-gambarnya.

TUGURAN

SIBORI
Tuguran berarti berjaga-jaga sambil berdoa di malam hari. Tuguran ini kembali dilakukan umat katolik Paroki St. Maria Bunda Rosari – Tanjung Selamat Medan pada kamis malam, 21 April 2011, seusai ibadat Kamis Putih. Tuguran dilakukan secara bergiliran, dan giliran terakhir dimulai pukul 22.10 WIB yang  dilakukan oleh beberapa lingkungan dan Orang Muda Katolik (OMK).

TRI HARI SUCI I

Kamis Putih merupakan hari pertama dari Tri Hari Suci yang tahun ini jatuh pada tanggal 21 April 2011. Misa dimulai pukul 19.00 WIB yang dipimpin oleh Pastor Donatus Manalu, OSC. Dalam kotbahnya, pastor mengingatkan bahwa semua umat manusia berstrata sama di hadapan Allah. Tradisi Kamis Putih yang menjadi kekhususan ibadat ini adalah pen-cuci-an kaki para utusan umat. Utusan umat yang berjumlah 12 orang itu, dicuci basuh dengan sungguh-sungguh selama selang waktu setengah jam. Dalam gambar tampak pastor sedang mencuci basuh kaki bapak M. Sinurat - Ketua Lingkungan St. Anna, sebagai perwakilan terakhir.


Jumat, 01 April 2011

SANTO/SANTA

Paroki St.Maria Tanjung Selamat Medan

DEWAN PASTORAL PAROKI

Paroki St.Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan

Rabu, 24 November 2010

PERNYATAAN AKHIR & REKOMENDASI SIDANG AGUNG GEREJA KATOLIK INDONESIA (SAGKI) 2010

PERNYATAAN AKHIR & REKOMENDASI
SIDANG AGUNG GEREJA KATOLIK INDONESIA (SAGKI) 2010

Ia Datang supaya Semua Memperoleh Hidup dalam Kelimpahan (bdk. Yoh 10:10)
 
PENGANTAR
1. Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) yang berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 5 November 2010 di Kinasih, Caringin - Bogor, Jawa Barat, dihadiri oleh utusan dari 37 keuskupan di Indonesia .  Hadir 385 orang peserta, yang terdiri dari para Uskup, imam, biarawan-biarawati, dan sejumlah wakil umat.  Sidang Agung ini bertema, Ia Datang supaya Semua Memperoleh Hidup dalam Kelimpahan (bdk. Yoh 10:10). Hidup dalam kelimpahan berarti ada dalam relasi dekat dengan Sang Gembala serta selalu merasakan perlindungan-Nya. Kedekatan dengan Sang Gembala itulah yang akan menjamin kehidupan manusia, dalam relasinya dengan sesama dan seluruh alam ciptaan.

Senin, 16 Agustus 2010

Joint Us !!!

Ordo Salib Suci adalah Ordo Kanonik Regulir. Artinya: Ordo yang hidup menurut peraturan atau aturan tertentu. Peraturan tersebut didasarkan pada Regula Santo Agustinus dan Konstitusi Ordo Salib Suci.

Ciri utama dari para anggota Ordo Salib Suci adalah hidup bersama. Maka, di dalam komunitas Ordo Salib Suci selalu terdapat dua atau lebih anggota yang tinggal bersama. Hal lain yang menjadi ciri dari anggota Ordo Salib Suci adalah hidup berimbang antara karya dan doa (vita mixta). Selain itu, liturgi pun mendapat perhatian yang mendalam dari para anggota Ordo Salib Suci.

In Cruce Salu (Di dalam Salib ada Keselamatan) adalah motto yang selalu diemban oleh para anggota Ordo Salib Suci. Salib tidaklah semata dipandang sebagai simbol penderitaan dan kesengsaraan, namun lebih dipandang sebagai daya yang mampu memancarkan nilai-nilai keselamatan bagi hidup manusia. Oleh karenanya, setiap anggota Ordo Salib Suci harus mampu mewartakan Kristus yang tersalib, harus mampu menawarkan nilai-nilai keselamatan, dan harus mampu mengangkat martabat mereka yang miskin, tersingkir, hina, dan termarjinalisasi kepada keselamatan nyata di dunia ini.
Semangat hidup ini diintegrasikan dengan tiga pilar utama yang menjadi karisma dari Ordo salib Suci, yaitu:
    1. Cultus (kebersatuan hidup dengan Allah). Hal ini diekspresikan dengan doa, merayakan misa, spiritualitas batin, dan perayaan liturgi lainnya.
    2. Communio (kebersatuan dengan konfrater). Hal ini diekspresikan dengan kemampuan untuk hidup bersama dengan konfrater lain (dalam satu komunitas minimal ada dua konfrater), kemampuan bekerjasama, kemauan untuk saling menguatkan dan membela, serta kemauan dan kemampuan serta kesanggupan untuk berkorban dan berjuang bersama konfrater.
    3. Caritas (kebersatuan dengan orang-orang di sekitar atau dengan umat yang dilayani). Hal ini diekspresikan dengan karya, pengabdian dalam kerasulan.

Paroki St.Maria Tanjung Selamat Medan

Kamis, 03 Juni 2010

Bunda Maria dalam Kalender Liturgi Katolik

Penghormatan kepada Bunda Maria pada dasarnya sudah ada sejak zaman Gereja Perdana. Namun, karena suasana penganiayaan dan perlawanan yang kuat terhadap penyebaran agama Kristen pada masa itu tidak memungkinkan umat Gereja Perdana untuk memberikan penghormatan seperti yang kita adakan dewasa ini. Namun, bagaimanapun juga, penghor- matan kepada Bunda Maria sudah ada dalam liturgi, bahkan sejak sebelum Konsili Efesus (tahun 421).


MARIA: Persoalan yang tak pernah selesai?

Kita kenal ungkapan ini: "Bicara tentang Maria, tak akan ada habisnya!" Pada tgl 13 April 2001, ketika orang Katolik berbondong-bondong ke gereja untuk upacara cium salib, sebagian orang pergi ke satu tempat di Surabaya ini untuk melihat kebenaran berita "Maria yang menangis air mata madu". Berita ini tidak terlalu heboh. Mungkin karena orang mulai bosan dengan sensasi-sensasi seperti ini. Tetapi untuk saya, berita ini menarik buat direnungkan. Kenapa demikian? Karena belum selesai kita dikejutkan dengan berita: "Maria menangis air mata darah", tiba-tiba kita dihadapkan dengan berita "air mata madu". Lalu saya berpikir praktis: "Bunda Maria ini dari tahun ke tahun koq makin aneh?" Atau yang aneh itu siapa? Maria-nya atau orang-orangnya yang aneh? Menurut catatan sejarah gereja, sudah terjadi banyak penampakan Santa Maria. Ada yang sudah diakui secara resmi oleh gereja, yang lain masih dalam proses penyelidikan. Gereja selalu mengambil sikap "hati-hati", tidak terlalu cepat mengakui semua penampakan itu.


Mengapa Umat Katolik Berdoa kepada Santa Perawan Maria?

Banyak orang non-Katolik telah diajari sedari kecil untuk meyakini bahwa salah satu bukti nyata akan ketidakbenaran ajaran Katolik dapat dilihat dalam penghormatan yang disampaikan kepada Santa Perawan Maria dalam Gereja Katolik, dan dalam begitu banyaknya doa yang dengan penuh kepercayaan disampaikan kepada Bunda Maria oleh umat Katolik. Sementara itu, benar juga bahwa banyak orang non-Katolik, setelah mempelajari dasar-dasar kebenaran akan devosi umat Katolik kepada Maria, begitu terpikat olehnya hingga akhirnya mereka menjadi Katolik. Kebenaran tersebut sangat sederhana dan gamblang dan seluruhnya terkandung dalam dua kebenaran berikut.

Mengapa Kita Menghormati Bunda Maria?

Sepanjang bulan Mei, Gereja meminta kita untuk memberi perhatian secara lebih istimewa kepada Santa Perawan Maria, Bunda Allah. Bunda Maria sangat berarti bagi kita karena beberapa alasan:

MARIA, GADIS YAHUDI
Pertama-tama karena Bunda Maria adalah Bunda Yesus. Maria adalah seorang gadis belia, mungkin usianya masih belasan tahun, ketika ia menjadi Bunda Yesus. Kemungkinan besar Maria dilahirkan di kota Sepphoris, yang terletak di sebelah utara Palestina. Sepphoris adalah sebuah kota besar di mana bangsa Yahudi dan bangsa Romawi hidup berdampingan dengan damai. Sepphoris merupakan ibu kota Galilea. Kota itu memiliki banyak rumah yang indah dan bahkan sebuah gedung teater yang besar. Sepphoris hancur luluh dilanda gempa bumi besar ketika Maria masih kanak-kanak. Jadi keluarga Maria pindah beberapa mil jauhnya ke Nazareth, sebuah dusun kecil yang berpenduduk hanya 150 hingga 300 orang.

KONSTITUSI TENTANG LITURGI SUCI

KONSTITUSI TENTANG LITURGI SUCI

PAULUS USKUP
HAMBA PARA HAMBA ALLAH
BERSAMA-BAPA-BAPA KONSILI SUCI
DEI KENANGAN ABADI
KONSTITUSI TENTANG LITURGI SUCI

PENDAHULUAN

1.
KONSILI SUCI bermaksud makin meningkatkan kehidupan Kristiani di antara umat beriman; menyesuaikan lebih baik lagi lembaga-lembaga yang dapat berubah dengan kebutuhan zaman kita; memajukan apa saja yang dapat membantu persatuan semua orang yang beriman akan Kristus; dan meneguhkan apa saja yang bermanfaat untuk mengundang semua orang dalam pangkuan Gereja. Oleh karena itu Konsili memandang sebagai kewajibannya untuk secara istimewa mengusahakan juga pembaharuan dan pengembangan liturgi.

2.
Sebab melalui liturgi dalam Kurban Ilahi Ekaristi, “terlaksanalah karya penebusan kita”[1]. Liturgi merupakan upaya yang sangat membantu kaum beriman untuk dengan penghayatan, mengungkapkan Misteri Kristus serta hakikat asli Gereja yang sejati, serta memperlihatkan itu kepada orang-orang lain, yakni bahwa Gereja bersifat sekaligus manusiawi dan Ilahi, kelihatan namun penuh kenyataan yang tak kelihatan, penuh semangat dalam kegiatan namun meluangkan waktu juga untuk kontemplasi, hadir di dunia namun sebagai musafir. Dan semua itu berpadu sedemikian rupa, sehingga dalam Gerja apa yang insani diarahkan dan diabdikan kepada yang ilahi, apa yang kelihatan kepada yang tidak nampak, apa yang termasuk kegiatan kepada kontemplasi, dan apa yang ada sekarang kepada kota yang akan datang, yang sedang kita cari[2] . Maka dari itu liturgi setiap hari membangun mereka yang berada didalam Gereja menjadi kenisah suci dalam Tuhan, menjadi kediaman Allah dalam Roh[3] , sampai mereka mencapai kedewasaan penuh sesuai dengan kepenuhan Kristus[4] . Maka liturgi sekaligus secara mengagumkan menguatkan tenaga mereka untuk mewartakan Kristus, dan dengan demikian menunjukan Gereja kepada mereka yang berada di luarnya sebagai tanda yang menjulang di antara bangsa-bangsa[5]. Di bawah tanda itu putera-puteri Allah yang tercerai berai dihimpun menjadi satu[6] , sampai terwujudlah satu kawanan dan satu gembala[7] .

3.
Oleh karena itu dalam hal pengembangan dan pembaharuan liturgi, Konsili suci berpendapat: perlu meningkatkan lagi azas-azas berikut dan menetapkan kaidah-kaidah praktis. Di antara azas-azas dan kaidah-kaidah itu ada beberapa yang dapat dan harus diterapkan pada ritus romawi maupun pada semua ritus lainnya. Namun kaidah-kaidah praktis berikut harus dipandang hanya berlaku bagi ritus romawi, kecuali bila menyangkut hal-hal yang menurut hakekatnya juga mengenai ritus-ritus lain.

4.
Akhirnya, setia mengikuti tradisi, Konsili suci menyatakan pandangan Bunda Gereja yang kudus, bahwa semua ritus yang diakui secara sah mempunyai hak dan martabat yang sama. Gereja menhendaki agar ritus-ritus itu di masa mendatang dilestarikan dan dikembangkan dengan segala daya upaya. Konsili menghimbau agar bilamana perlu ritus-ritus itu ditinjau kembali dengan seksama dan secara menyeluruh, sesuai dengan jiwa tradisi yang sehat, lagi pula diberi gairah baru, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan zaman sekarang.


BAB SATU – AZAS-AZAS UMUM UNTUK MEMBAHARUI DAN MENGEMBANGKAN LITURGI


I. HAKEKAT DAN MAKNA LITURGI SUCI DALAM KEHIDUPAN


5. (Karya keselamatan dilaksanakan oleh Kristus)


Allah menghendaki supaya semua manusia selamat dan mengenal kebenaran (1 Tim 2:4). Setelah Ia pada zaman dahulu berulang kali dan dengan pelbagai cara bersabda kepada nenek-moyang kita dengan perantaraan para nabi (Ibr 1:1), ketika genaplah waktunya, Ia mengutus Putera-Nya, Sabda yang menjadi daging dan diurapi Roh Kudus, untuk mewartakan Kabar Gembira kepada kaum miskin, untuk menyembuhkan mereka yang remuk redam hatinya[8] , “sebagai tabib jasmani dan rohani”[9] , Pengantara Allah dan manusia[10] . Sebab dalam kesatuan pribadi Sabda kodrat kemanusiaan-Nya menjadi upaya keselamatan kita. Oleh karena itu dalam Kristus “pendamaian kita mencapai puncak kesempurnaannya, dan kita dapat melaksanakan ibadat Ilahi secara penuh”[11] .
Adapun karya penebusan umat manusia dan permuliaan Allah yang sempurna itu telah diawali dengan karya agung Allah di tengah umat Perjanjian Lama. Karya itu diselesaikan oleh Kristus Tuhan, terutama dengan misteri Paska: sengsara-Nya yang suci, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan kenaikan-Nya dalam kemuliaan. Dengan misteri itu Kristus “menghancurkan maut kita dengan wafat-Nya, dan membangun kembali hidup kita dengan kebangkitan-Nya”[12] . Sebab dari lambung Kristus yang beradu di salib muncullah Sakramen seluruh Gereja yang mengagumkan[13] .